Pengukuran Website dan Esensi Analisis Website
I.
Konsep Pengukuran Web dan Esensi Analisis Web
PENDAHULUAN
Kualitas
sebuah website sangat berpengaruh terhadap kepuasan pengunjung. Perusahaan
dengan website e-commerce yang sulit digunakan oleh pengunjungnya dapat
memberikan citra buruk bagi perusahaan tersebut. Menurut persepsi pelanggan,
kualitas website yang baik adalah dimana sebuah website dapat mengesankan
mereka dan memenuhi tujuan mereka ketika menjelajah website. m WebQual merupakan
salah satu metode pengukuran website yang proses pengukurannya didasari oleh pendapat
dari pengguna untuk pengembangan dan implementasinya. Menurut teori, WebQual
memiliki tiga aspek yang mewakili kualitas sebuah website yaitu kegunaan
(usability), kualitas informasi (information quality) dan interaksi layanan
(service interaction). Agar hasil pengukuran kualitas WebQual dapat digunakan
oleh pengguna, dibutuhkan analisis terhadap hasil data. salah satu metode yang
dapat dengan baik menganalisis data dari WebQual adalah Importance Performance
Analysis (IPA). IPA merupakan metode analisis data sederhana dan berguna untuk
mengidentifikasi atribut-atribut dari suatu produk yang membutuhkan perbaikan.
IPA menggabungkan pengukuran tingkat kepentingan (importance) dan kepuasan
pengguna (performance) dalam sebuah grafik. Metode Serqual Metode Servqual
merupakan metode yang digunakan untuk mengukur kualitas layanan dari atribut
masing-masing dimensi, sehingga akan diperoleh nilai gap (kesenjangan) yang
merupakam selisih antara persepsi konsumen terhadap layanan yang telah diterima
dengan harapan terhadap yang akan diterima. Pengukurannya metode ini dengan
mengukur kualitas layanan dari atribut masing-masing dimensi, sehingga akan
diperoleh nilai gap yang merupakan selisih antara persepsi konsumen terhadap
layanan yang diterima dengan harapan konsumen terhadap layanan yang akan
diterima. Namun, secara umum memang
belum ada keseragaman batasan tentang konsep servive quality (servqual).
II. PEMBAHASAN
A. WEBQUAL
Kualitas website telah
menjadi salah satu isu strategis dalam komunikasi dan transaksi dengan
pelanggan. WEBQUAL merupakan salah satu metode pengukuran kualitas website yang
dikembangkan oleh Stuart Barnes dan Richard Vidgen. WEBQUAL berdasarkan pada
konsep Quality Function Deployment (QFD) yaitu suatu proses yang berdasar pada
“voice of customer” dalam pengembangan dan implementasi suatu produk atau jasa.
Dari konsep QFD tersebut, WEBQUAL disusun berdasar pada persepsi pengguna akhir
(end user) terhadap suatu website (Barnes and Vidgen, 2000). WEBQUAL telah
mengalami beberapa iterasi dalam penyusunan kategori dan butir-butir
pertanyaannya. Ketiga kategori tersebut adalah:
1.
Usability Quality : Pengguna terhadap kemudahan dibaca dan dipahami, serta
kemudahan beroperasi dan bernavigasi.
2.
Information Quality : Persepsi pengguna terhadap informasi yang
disediakan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan, selalu up-to-date dan akurat,
serta informasi yang dapat dipercaya, relevan, mudah dibaca, dan dipahami.
3.
Service Interaction Quality : Persepsi
pengguna terhadap semua proses layanan dapat diselesaikan secara online,
proyeksi gambar sesuai dengan situs pemerintah, serta penggunaan situs sebagai
sarana interaksi alternatif yang keamanannya lebih baik.
Semuanya adalah
pengukuran kepuasan konsumen atau user terhadap kualitas dari website tersebut.
Inti dari system webqual yaitu teknik kualitas web berdasarkan persepsi atau
penilain pengguna akhir situs. Persepsi pengguna tersebut terdiri dari dua
bagian yaitu persepsi tentang layanan yang dirasakan (actual) dengan tingkat
harapan (ideal). Digunakan untuk menganalisis kualitas web :
1.
Web internal : career center,
staffsite,studentsite, central library, internal information system, dll).
2.
Web eksternal : website maskapai
penerbangan dan e-banking, jual beli online, dll).
Penelitian Barnes and
Vidgen menggunakan Webqual dengan 3 parameter :
1.
Kualitas informasi dari penelitian
system informasi
2.
Interaksi dan kualitas layanan dari
penelitian kualitas sisteminformasi, e-commerce, dan pemasaran
3.
Usability dari human-computer
interaction
B. SEVQUAL
Metode
Servqual merupakan metode yang digunakan untuk mengukur kualitas layanan dari
atribut masing-masing dimensi, sehingga akan diperoleh nilai gap (kesenjangan)
yang merupakam selisih antara persepsi konsumen terhadap layanan yang telah
diterima dengan harapan terhadap yang akan diterima. Pengukurannya metode ini
dengan mengukur kualitas layanan dari atribut masing-masing dimensi, sehingga
akan diperoleh nilai gap yang merupakan selisih antara persepsi konsumen
terhadap layanan yang diterima dengan harapan konsumen terhadap layanan yang
akan diterima. Namun, secara umum memang
belum ada keseragaman batasan tentang konsep servive quality (servqual).
Beberapa pendapat para ahli tentang konsep servqual tersebut, antara lain:
1. Christopher Lovelock dalam bukunya
“Product Plus: How Product+Service=Competitive Advantage (1994), yang
menyatakan bahwa suatu gagasan yang sangat menarik, yaitu tentang bagaimana
suatu produk bila ditambah dengan pelayanan (service) akan menghasilkan suatu
kekuatan yang dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dalam menndapatkan
profit (keuntungan).
2. Lovelock menggambarkan titik rawan dalam
pelayanan ke dalam diagram kelopak-kelopak sebuah bunga yang terdiri dari;
information (informasi), consultation (konsultasi), ordertaking (keyakinan),
hospitality (keramahtamahan), caretaking (perawatan), exceptions
(pengecualian), billing (transaksi administrasi), dan payment (pembayaran)
Standar
yang digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan terhadapat web yang diukur
dari kualitas layanan, pendekatan kualitas pelayanan yang dijadikan acuan dalam
riset pemasaran yang dikembangkan oleh Parasuraman,Zeithaml, dan Berry (1990).
Dibangun atas perbandingan dua factor utama, yaitu Persepsi pelanggan atas
layanan mereka terima (Perceived Service) dan layanan yang diharapkan (Expected
Service).
Dimensi-dimensi
dari ServQual :
1. Reliability :emampuan untuk memberikan jasa dengan segera
dan memuaskan.
2. Responsiveness:
kemampuan untuk memberikan jasa dengan tanggap.
3. Assurance:
kemampuan, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki oleh para staf,
bebas dari bahaya, resiko dan keragu-raguan.
4. Emphaty:
kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan
pelanggan.
5. Tangibles:
fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai dan sarana komunikasi.
C. ESENSI
ANALISIS WEB
Analisis Web
merupakan pengukuran, pengumpulan, analisis dan pelaporan data internet untuk
tujuan memahami dan mengoptimalkan penggunaan web.
Analisis Web, juga dikenal sebagai analisis lalu lintas atau pengendalian Web,
berfungsi untuk meningkatkan efisiensi dan memantau kesuksesan situs web jangka
panjang
Pengukuran Web ( Ukuran, Unjuk Kerja )
Salah
satu teknik mengukur dan menguji suatu kinerja web adalah dengan mengukur
pengalaman seseorang atau user experience pengunjung situs yang berinteraksi
dengan halaman-halaman web yang berada di internet.
Kinerja
suatu web atau web performance sangat dipengaruhi oleh beberapa
komponen-komponen dasar yang dibagi menjadi dua bagian penting, yaitu :
1. Dilihat dari gambaran transaksi web atau perspective
transaction
2. Gambaran komponen aplikasi atau application component
perspective.
Transaksi web atau web transaction lebih menitik beratkan
pada sisi pengalaman pengguna atau user experience sedangkan komponen aplikasi
lebih menitikberatkan pada komponen jaringan komputer atau computer network.
Pengalaman
Pengguna (User experience), diantaranya adalah:
1. Time to opening page (time_to_opening_page), maksudnya adalah
mengukur, dari sisi pengguna, waktu yang dibutuhkan pada saat pertama kali
membuka halaman web. Waktu dimulai dari aksi pertama setelah internet agent
memutuskan untuk berpindah ke halaman berikutnya. Waktu berakhir ketika pesan
opening page ditampilkan di Web browser status bar.
2. Page download (page_download_time), maksudnya adalah waktu
yang dibutuhkan antara ketika Web browser membuat sinyal opening page dan
ketika Web browser akan menampilkan pesan done di status bar.
Tools-tools
pengukur analisis web :
1. SEO (Search Engine Optimization) adalah mengoptimalkan sebuah
blog/web dengan memanfaatkan mesin pencari dan mendapatkan peringkat yang
tinggi di halaman pertama mesin pencari dengan menggunakan keyword agar
dibanjiri pengunjung yang datang dari search engine.
2. GTmetrix merupakan sebuah situs dimana kita dapat mengetahui
berbagai hal yang membuat blog/web kita lambat dan performa blog/web ketika
akses, tersedia secara gratis dengan mengunakan yahoo Yslow dan Google page
speed sebagai mesin penganalisa dan menampilkan hasil juga rekomendasi yang
harus dilakukan.
Tujuan
Analisis Web
Banyak statistic kunci
dihitung dan diamati sebagai bagian dari analisis web secara umum.
Masing-masing indicator ini merupakan insenstif untuk mengambil tindakan
terhadap perbaikan. Oleh karena itu, sangat penting bagi operator situs web
untuk fokus pada tujuan utama mereka dan menetapkan prioritas dengan benar.
Maka pengenalan yang konsisten dan cepat dari ukuran yang ditargetkan adalah
mungkin.
Kemungkinan sasaran
analisis web dapat dilakukan :
a. Tingkatkan
jumlah pengunjung.
b. Kesetiaan
pelanggan.
c. Menjaga
pengunjung di website selama mungkin.
d. Meningkatkan
komversi.
e. Meningkatkan
kepuasan pelanggan.
f. Mengendalikan
kesuksesan periklanan.
g. Meningkatkan
pendapatan dengan menjual.
Dasar-Dasar Analisis Web
Ini merupakan metode
untuk merekam dan mengevaluasi informasi tentang perilaku pengunjung, serta
menghitungnya menjadi data statistik (KPI). Dari metrik kinerja ini, tindakan
yang tepat kemudian dapat diturunkan yang dimaksudkan untuk menghasilkan
perkembangan positif tergantung pada tujuan dari operator situs web.
Dasar-dasar analisi web, antara lain sebagai berikut:
a.
Metrik Penting (KPI)
KPI (Key Performance Indicator) merupakan informasi statistika yang hanya memiliki
signifikansi nyata jika dibandingkan dengan data spesifik atau industri
sebelumnya.
b. Paling Banyak Dilihat
c. Durasi Kunjungan
Selain pengembangan
jumlah kunjungan, dimungkinkan untuk menganalisis perilaku pengguna.
Durasi kunjungan di
situs web, yang juga dideteksi oleh analisis web merupakan indicator kepuasan pelanggan dan dapat
dijadikan insentif untuk membuat situs lebih user-friendly.
d. Jalur Pengguna Yang Populer
Kelemahan dari situs web akan terungkap karena analisis
tersebut akan mengungkap informasi yang spesifik mengenai sub-pages
masing-masing.
Jalur and urutan pengguna kliknya dapat dilacak dan jika
aplikasi berhasil dan bahkan dapat dipengaruhi dan dikendalikan.Untuk
menggambarkan data yang diperoleh terkair dengan topik terentum berbagai
statistic dapat dihasilkan yang memberikan nilai informatif dengan kejelasan.
e. Nilai Halaman
Nilai halaman
menunjukkan seberapa berharganya sebuah halaman sehubungan dengan tindakan yang
dilakukan oleh pengunjung yang mengikutinya.
f. Klasifikasi Pengunjung
Seseorang dapat
menentukan jumlah pengguna yang akan menambahkan item ke keranjang mereka
terlepas dari pembelian akhir. Sedangkan kelompok pengunjung lain akan
melakukan pembelian. Jika ini secara teratur diminati pelanggan dengan
keputusan pemeblian yang sering, maka disebut dengan basis pelanggan.
Proses
Analisis Web
Sebagian besar proses analisis web turun ke empat tahap :
1. Collection
of data
Tahap ini adalah pengumpulan data dasar. Biasanya, data ini
adalah hitungan hal. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengumpulkan data.
Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi
kualitas data hasil penelitian, yaitu, kualitas instrumen penelitian, dan
kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan
validitas dan reliabilitas instrumen. Kualitas pengumpulan data berkenaan
dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Macam-macam
teknik pengumpulan data antara lain:
1. Teknik
observasi
Observasi
diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala
yang tampak pada objek penelitian (margono, 1997: 158). Pengamatan dan
pencatatan ini dilakukan terhadap objek di tempat terjadi/berlangsungnya
peristiwa
2. Teknik
komunikasi (Wawancara,Angket/kuesioner)
Wawancara : Suatu
proses interaksi dan komunikasi verbal dengan tujuan untuk mendapatkan
informasi penting yang diinginkan. Merupakan alat pengumpul informasi dengan
cara mengajukan pertanyaan secara lisan dan dijawab secara lisan pula melalui
kontak langsung dengan tatap muka
Angket/Kuesioner : Alat
pengumpul informasi dengan cara menyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis untuk
dijawab secara tertulis oleh responden.
3. Teknik
pengukuran
1.
Tes
2.
Daftar inventori kepribadian
3.
Teknik proyektif
4.
Skala
4. Teknik
sosiometris
Dipakai
untuk mempelajari organisasi kelompok-kelompok kecil • Prosedur dasarnya dapat
berupa permintaan para anggota untuk mengurutkan teman pilihannya menurut
kriteria tertentu • Dengan teknik ini akan diketahui kelompok popular,
terkucil, dan klik-klik an
5. Teknik
dokumenter
Cara
mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis seperti arsip, termasuk juga
buku tentang teori, pendapat, dalil, hukum. Merupakan alat pengumpul data utama
pada penelitian kualitatif karena pembuktian hipoteisnya diajukan secara logis
dan rasional melalui pendapat dan teori
2. Processign
of data into information
Tahap ini biasanya menghitung dan menjadikannya rasio,
meskipun mungkin masih ada beberapa penghitungan. Tujuan dari tahap ini adalah
untuk mengambil data dan menyesuaikannya menjadi informasi, khususnya metrik.
Secara umum
proses pengolahan data menjadi informasi melalui tiga tahapan dasar yaitu
input, proses, output. Tiga tahapan dasar tersebut dikembangkan sebagai berikut.
1)
Penghimpunan dan Pencatatan Data
2)
Pengklasifikasian Data
3)
Penyusunan
Data (Sorting)
4) Perhitungan (Calculating).
5) Penyusunan laporan (Summarizing)
6) Penyimpanan (String)
7)
Pencarian (Retrieving)
8) Komunikasi (Communicationg)
9) Penggandaan (Reproducing)
10) Pendistribusian Data
3. Developing
Key Performance Indicator (KPI)
Tahap ini berfokus pada penggunaan rasio (dan jumlah) dan
menanamkannya dengan strategi bisnis, disebut sebagai indikator kinerja utama
(KPI). Sering kali, KPI menangani aspek konversi, tetapi tidak selalu. Itu
tergantung pada organisasi.
KPI yang baik harus mengandung empat atribut:
1.
Tidak rumit: keputusan dalam perusahaan
dibuat oleh orang-orang di beberapa departemen dengan latar belakang berbeda.
Jika analis web adalah satu-satunya orang yang memahami KPI, kecil kemungkinan
para pembuat keputusan di seluruh perusahaan akan menggunakannya.
2.
Relevan: seperti yang kami sebutkan di
atas, setiap perusahaan memiliki tujuan uniknya, oleh karena itu mereka juga
harus memiliki set KPI sendiri untuk mengukur peningkatan.
3.
Tepat waktu: metrik besar harus
disediakan segera sehingga pembuat keputusan dapat membuat keputusan tepat
waktu. Bahkan KPI yang sangat baik tidak berguna jika dibutuhkan satu bulan
untuk mendapatkan informasi ketika industri Anda berubah setiap minggu.
4.
Bermanfaat secara instan: sangat
penting untuk memahami dengan cepat apa itu KPI, sehingga orang dapat menemukan
blush of insight pertama begitu dia melihatnya.
Mengikuti
definisi tujuan situs web dan metrik yang akan digunakan untuk mengukurnya,
kami akan berada dalam kondisi yang jauh lebih baik untuk mengumpulkan data
yang akan dibutuhkan.
4. Formulating
Online Strategy
Tahap ini berkaitan dengan tujuan, sasaran, dan standar
online untuk organisasi atau bisnis. Strategi-strategi ini biasanya terkait
dengan menghasilkan uang, menyimpan uang, atau meningkatkan pangsa pasar.
III. KESIMPULAN
Salah
satu cara untuk menjaga kualitas website adalah dengan menggunakan pengukuran
kualitas website. Agar hasil pengukuran kualitas WebQual dapat digunakan oleh
pengguna, dibutuhkan analisis terhadap hasil data. Kualitas website telah
menjadi salah satu isu strategis dalam komunikasi dan transaksi dengan
pelanggan. Semuanya adalah pengukuran kepuasan konsumen atau user terhadap
kualitas dari website tersebut. Pengukurannya metode ini dengan mengukur
kualitas layanan dari atribut masing-masing dimensi, sehingga akan diperoleh
nilai gap yang merupakan selisih antara persepsi konsumen terhadap layanan yang
diterima dengan harapan konsumen terhadap layanan yang akan diterima. Namun,
secara umum memang belum ada keseragaman batasan tentang konsep servive quality
(servqual). Standar yang digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan terhadapat
web yang diukur dari kualitas layanan, pendekatan kualitas pelayanan yang
dijadikan acuan dalam riset pemasaran yang dikembangkan oleh
Parasuraman,Zeithaml, dan Berry (1990). Dibangun atas perbandingan dua factor
utama, yaitu Persepsi pelanggan atas layanan mereka terima (Perceived Service)
dan layanan yang diharapkan (Expected Service). Analisis Web merupakan
pengukuran, pengumpulan, analisi dan pelaporan data internet untuk tujuan
memahami dan mengoptimalkan penggunaan web.
Sumber:
https://libraryeproceeding.telkomuniversity.ac.id/index.php/engineering/article/viewFile/9822/9683
https://pdfs.semanticscholar.org/f6ed/462dd0e7d1529fed0a885711b87d55df6119.pdf
https://en.wikipedia.org/wiki/Web_analytics
https://online-behavior.com/analytics/web-analytics-process-measurement-optimization
https://www.hestanto.web.id/dasar-dasar-analisis-web/
https://www.anugerahdino.com/2015/01/proses-pengolahan-data-menjadi-informasi.html

Komentar
Posting Komentar